Kuasa Hukum Tantang BNI Tunjukan Bukti Sertifikat HGB

oleh -

PEKANBARU – Terkait persoalan lahan bersengketa yang diduduki Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Cabang Pekanbaru terus bergulir.

Pihak kuasa hukum ahli waris Rohani Chalid, DR Yudi Krismen SH., MH balik menantang Kepala Kantor Cabang BNI 46 Pekanbaru, Yahya Marzawi meminta menunjukkan bukti Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) sebagai syarat sewa menyewa lahan yang diperkarakan saat ini.

” Silahkan BNI 46 Cabang Pekanbaru buktikan surat kepemilikan yang dimiliki seperti SHGB sesuai statement kepala cabang, kita juga mau lihat,” jelas Dr Yudi, kepada Fokuskriminal.com Senin (20/7/2020).

Yudi juga menanyakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) alam pendirian ATM Drive Thru BNI 46 Cabang Pekanbaru jalan Tuanku Tambusai itu.

“Apakah ada memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), mana SHGB nya dan berapa nomernya. Silahkan BNI 46 buktikan kepada kami,” terangnya.

Yudi juga menjelaskan, seharusnya sebagai Bank milik negara atau plat merah, BNI berhati – hati dan memperhatikan aspek legal dalam menjalankan bisnis.

“Mereka (BNI,red) perlu mendasari perjanjian kepada ketentuan pasal 1320 KUHPerdata, tentang syarat sah sebuah perjanjian, salah satu poinnya adalah syarat yang halal, dalam hal ini tanah yang disewa oleh BNI 46 Cabang Pekanbaru adalah tanah bersengketa,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Rilis resmi yang diisampaikan oleh Yahya Marwazi , Pgs Pemimpin KC Pekanbaru di Pekanbaru , Jumat (17 Juli 2020). Oleh karena itu, atas somasi yang disampaikan pihak ketiga melalui kuasa hukumnya, BNI menyampaikan apresiasi atas pengawasan yang telah dilakukan. BNI sendiri telah menggunakan lahan ATM BNI Drive Thru di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru atas dasar Perjanjian Sewa Menyewa antara BNI dengan Pemilik Lahan sebagai pihak yang berwenang untuk menyewakan lahan tersebut.

Pemilik lahan tersebut telah membuktikan kepemilikannya atas dasar dokumen berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang telah di perlihatkan kepada BNI. Dengan demikian, perjanjian Sewa Menyewa telah dilakukan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Disaat dikonfirmasi pihak Bank BNI (Defri-Red), Senin 20 Juli 2020 mengatakan via wastsApp itu rilis resmi dari BNI. Namun ditanya mana sertifikatnya, mana SHGB nya dan berapa nomernya (Defri-Red) Bungkam.(Rls)