Usut Tuntas Ilegal Loging di Nagari SITAPA. Ujar Anggota DPR D.

oleh -

LIMAPULUH KOTA, fokuskriminal.com- Terkait maraknya penebangan liar pohon pinus di Nagari Sikabu-kabu Tanjung Aro Padang Panjang (SITAPA) Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota terkesan diabaikan oleh perangkat nagari padahal dampak dari perbuatan tersebut sangat membahayakan bagi lingkungan dan hayatinya.

Terpisah Walinagari Sitapa Trisna ketika dihubungi via whatsapp nya mengatakan, “hutan pinus di nagari ini merupakan Area Pengguna Lain (APL) yang merupakan Tanah Ulayat dan bukan Hutan Konservasi, dan pohon Pinus merupakan program penanaman Reboisasi yang ditanam Oleh Pemerintah dikawasan tanah Ulayat tersebut. Terkait tentang penebangan kayu Pinus yang dilakukan oleh oknum – oknum atau masyarakat, sudah kami tindak lanjuti dulunya dengan surat pemberhentian kepada masyarakat untuk mengambil limbah pohon Pinus (yang tidak produktif) Bukan Pohon Pinus yang masih hidup (produktif). Surat pemberitahuan pemberhentian penebangan kepada masyarakat tanggal 11 Juni, dan ditindaklanjuti dengan rapat dan musyawarah bersama Niniak Mamak pada tanggal 6 Juli 2020 lalu”

Lanjutnya “Rapat pengelolaan limbah pohon Pinus bersama lembaga adat (niniak mamak) sebagai pemegang hak Ulayat serta Bamus dan masyarakat. Selanjutnya akan ada pembahasan lanjutan tentang mekanisme dan pengelolaan pohon Pinus, rencananya menjelang Hari Raya Id, tapi terundur karena sesuatu hal, dan InsyaAllah akan dilaksanakan minggu depan,” terang Walinagari