10drama.com –, Bandung– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemaraudi beberapa daerah di Jawa Barat terjadi secara singkat. Prakirawan dan ahli data dari Stasiun Klimatologi BMKGJawa BaratAmrya Khaerima menyebutkan beberapa daerah memiliki musim kemarau yang singkat, sehingga segera perlu bersiap memasuki masa peralihan menuju musim hujan.
“Khususnya wilayah selatan Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, utara Sukabumi, dan selatan Bogor,” katanya kepadaTempo pada hari Rabu, 30 Juli 2025.
Hingga pertengahan Juli 2025, 34 persen wilayah Jawa Barat tercatat sudah memasuki musim kemarau, khususnya yang berada di sepanjang pantai utara atau Pantura Jawa Barat. Sementara itu, sebagian besar area atau sekitar 64 persen dari Jawa Barat masih dalam masa musim hujan.
Wilayah musim kemarau yang dimaksud mencakup Bekasi, Karawang, sebagian Subang hingga utara, Indramayu, Cirebon, Majalengka, dan Kuningan. Demikian pula beberapa wilayah di Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Kota dan Kabupaten Bandung, Garut, serta Cianjur bagian selatan.
Berdasarkan data BMKG Jawa Barat, sebagian besar wilayah di Jawa Barat masih akan mengalami musim kemarau pada Agustus 2025. Di sisi lain, beberapa daerah berpotensi mengalami curah hujan tinggi, seperti wilayah selatan Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, utara Sukabumi, hingga selatan Bogor. “Kita bisa melihat pola yang menarik pada Agustus dan September, di masa transisi ini musim hujannya bisa sangat signifikan,” kata Amrya.
Sejak awal tahun, BMKG mencatat perubahan atmosfer yang rumit, yang menyebabkan berbagai ketidaknormalan cuaca atau iklim. Ketidaknormalan tersebut dapat berupa curah hujan yang sangat tinggi, keterlambatan musim kemarau, serta banjir dan tanah longsor. Pada periode yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau, seperti bulan Mei dan Juni lalu, justru terjadi 12 dan 14 kali hujan ekstrem. Intensitasnya melebihi 150 milimeter per hari.
BMKG memprediksi beberapa faktor masih berkontribusi meningkatkan pasokan air dan membentuk awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat pada 28 Juli hingga 3 Agustus 2025. Menurut Leni Jantika, prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, suhu permukaan laut di sejumlah perairan Indonesia tergolong hangat.
“Ada kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif aktif pada awal pekan di sekitar wilayah Jawa Barat, yang ditunjukkan oleh gelombang Rossby Ekuator,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada hari Minggu, 27 Juli 2025.
Selanjutnya, stabilitas atmosfer berada dalam kategori ringan hingga sedang, yang memungkinkan terbentuknya awan konvektif di skala lokal. BMKG memperkirakan kemungkinan hujan sedang hingga lebat disertai petir dengan durasi singkat akan mengguyur beberapa daerah di Jawa Barat pada hari Sabtu, 2 Agustus mendatang. Wilayah yang terkena meliputi Kabupaten Sukabumi, serta pada hari Minggu, 3 Agustus, yaitu Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung Barat.





