HUT PGRI ke 73 menggelar seminar sehari dengan tema “Kita Tingkatkan Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

SUMSEL,FokusKriminal.com – Pemkab OKU menggelar kegiatan seminar sehari dengan tema “Kita Tingkatkan Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila” pada Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) yang ke 73 tahun 2018.

Acara dibuka dan dihadiri oleh Bupati OKU yang diwakili oleh Sekda OKU Dr H Ahcmad Tarmizi, Perwakilan Polres OKU, Perwakilan Kodim 0403/OKU, Kadisdik OKU Paranto, Direktur Akmi, Kepala Kemenag OKU, Unsur Muspida OKU, Wakil Ketua TP PKK, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat beserta seluruh Kepala Sekolah dan guru dari tingkat TK, SD, SMP sampai SLTA se-Kabupaten OKU, Senin (19/11).

Mengawali sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan OKU Paranto, SE, MM mengatakan, peserta seminar berjumlah sekitar 900 peserta dan 100 orang kepanitian mulai dari Guru TK sampai Guru SLTA yang ada di Kabupaten OKU. ”Penguatan pendidikan akhlak mulia dan budi pekerti serta rasa cinta tanah air berdasarkan Pancasila”. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan bagaimana guru profesional menemukan sosok guru yang ideal dalam menerapkan model dan metode pembelajaran sesuai kebutuhan pendidikan saat ini. Menciptakan suasana pembelajaran di kelas yang menyenangkan dan implementasi yang berkarakter.ujarnya

Selanjutnya ditempat yang sama,  Sekda OKU Drs, H Achmad Tarmizi, yang dalam hal ini mewakili Bupati OKU. dalam sambutannya mengatakan,”Kata Guru berdasarkan bahasa sansekerta dibagi dalam 2 suku kata, “Gu dan Ru”, Gu adalah kegelapan dan Ru itu pendobrak artinya “Guru Pendobrak Kegelapan”. Jika guru diibaratkan dengan lampu yang tempatnya selalu berada di atas tempat yang tinggi agar bisa menerangi. Oleh karenanya seorang guru yang baik harkat dan martabatnya maupun penghasilannya harus ditempatkan ditempat yang tertinggi di republik yang kita cintai ini, ujarnya

Sekda berharap kepada semua para guru untuk terus mendidik generasi melenial yang ada saat ini, agar kedepannya bisa menghasilkan murid yang berpotensi untuk mengisi tongkat estapet kepemimpinan di Kabupaten OKU lebih baik lagi. Sedangkan dalam menghadapi penerapatan sistem pendidikan yang harus diselaraskan dengan tantangan baik secara global walau pendidikan nasional sudah pasti dituntut untuk mampu mengimplementasikan seluruh kurikulum yang ada dengan mengikuti perkembangan teknologi terkini, katanya.

Sedangkan Yudi Latif, mantan Ketua BPIP, Pengamat Politik, Penulis Buku, diantaranya buku berjudul “Negara Paripurna”. Selaku narasumber dalam kegiatan Yudi Latief menjelaskan hal yang sama dengan Sekda OKU Achmad Tarmizi, yaitu tugas guru adalah membawa gelap menuju terang. Selama masih ada semangat dari kaum guru mudah-mudahan Indonesia akan tetap bisa meraih harapan dimasa yang akan datang. Adapun problem pendidikan di Indonesia yang ada, disatu sisi didapati pelajaran yang bersipat skornya rendah seperti pelajaran matematika atau fisika, tapi pada saat yang sama juga sering menghadapi masalah-masalah yang menyangkut solidaritas sosial.

Kita boleh berbeda tapi jangan menimbulkan pertikaian yang tidak ada habisnya. Oleh karena itu selain kita ingin mengembangkan pembelajaran dibidang matematika atau fisika yang harus lebih baik, dan tidak kalah pentingnya adalah yang namanya mengajarkan kecakapan kekeluargaan supaya anak didik punya kemampuan untuk bekerjasama dan respek terhadap yang lain.

Menghargai perbedaan, mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara, menyadari konsensus-konsensus yang harus dipatuhi. Namun pendidikan yang ada selama ini sering kita dapati kebanyakan sekolah kita terlalu menekankan pendidikan itu hanya soal pengetahuan tertentu, biasanya hanya pengetahuan matematika, fisika atau kimia dan lainnya. Itu biasanya yang menjadi pusat perhatian pendidikan hanya sebagai cara untuk sebatas mengetahui belaka, Pungkasnya

Pewarta   :  Marshal

Editor       :  Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *