Terkait Temuan Limbah B3 Dilingkungan RSUD Arifin Ahmad Prov.Riau, Ini Tanggapannya

RIAU,FokusKriminal.com — Kembali terkait dugaan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) menumpuk di RSUD Arifin, sebagaimana yang telah di Publikasikan beberapa awak media baru-baru ini.

” Adapun penumpukan limbah di lingkungan maupun di kawan RSUD Arifin Ahmad Prov.Riau, bukan merupakan penumpukan yang disengajakan oleh pihak Rumah Sakit.” Jawab Erdinal.,SKM, MKM saat dipertanyakan akan penumpukan limbah via telp seluler pribadinya

” Dan perihal pihak rumah sakit belum dapat memberikan jawaban kepada beberapa awak media akan hal tersebut, juga bukan dikarenakan suatu faktor kesengajaan maupun faktor lainnya,melainkan kita dan saya khususnya yang dipercayakan dalam menangani perihal limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit sedang dalam menangani hal tersebut diatas,yakni mulai dari proses pengemasan serta ke proses Transforter kepada pihak PT Pratama selaku pihak ke tiga dalam menangani limbah.” Tambah Erdinal

” Terkait penumpukan Limbah yang dihasilkan pihak Rumah Sakit Arifin Ahmad, sebagaimana yang dijumpai rekan-rekan media benar itu adalah limbah B3.Namun perlu untuk diketahui, limbah B3 yang dimaksud merujuk dari pada Peraturan Pemerintah no 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah merupakan limbah kategori 2, yang juga butuh penanganan serius sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan pemerintah tersebut diatas.” terang Erdinal

” Didalam Peraturan Pemerintah no 101 tahun 2014 tentang penanganan limbah,  didalam Pasal 19 :

(1) Pengemasan Limbah B3 sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 12 ayat (6) huruf e dilakukan dengan menggunakan kemasan yang:

a. terbuat dari bahan yang dapat mengemas Limbah B3 sesuai dengan karakteristik Limbah B3 yang akan disimpan;

b. mampu mengungkung Limbah B3 untuk tetap berada dalam kemasan;

c. memiliki penutup yang kuat untuk mencegah terjadinya tumpahan saat dilakukan penyimpanan, pemindahan, atau pengangkutan; dan

d. berada dalam kondisi baik, tidak bocor, tidak berkarat, atau tidak rusak.”

” Pengemasan dan pengumpulan limbah B3 yang dimaksud telah dilakukan jauh hari sebelum Senin (5/11/2018) lalu,dimana proses pengemasan yang telah dilakukan agar tidak terjadi nya pembocoran terhadap limbah.Selanjutnya kita lakukan pengangkatan terhadap limbah pertama yang dilakukan pada Senin (12/11/2018) oleh PT Pratama.

” Kembali kepada Penumpukan limbah RSUD Arifin yang dilakukan saat ini, yang merupakan temuan awak media dan LSM merupakan proses kedua setelah proses pengemasan limbah pertama dilakukan diatas.”

” Setelah dilakukan proses pengemasan dan penumpukan ke dua kalinya, sebagaimana yang telah diterangkan diatas.Maka limbah tersebut dikumpulkan disatu tempat yang sama dan siap diangkat dan atau dilakukan Trasforter oleh pihak ke 3 (tiga) yakni PT Pratama yang dimulai Senin (19/11/2018) dan dilanjutkan dengan proses pengangkutan dan penanganan selanjutnya.” tambahnya (Erdinal)

” Dalam pengangukatan dan atau Transforter limbah yang dilakukan, kita pihak Rumah Sakit tetap melakukan pengawasan terhadap pihak ke 3 (tiga).Agar limbah yang diangkut tidak menimbulkan dampak negatif pada masyarakat khususnya masyarakat disekitar lingkungan Rumah Sakit Arifin Ahmad.” tutup Erdinal, SKM,MKM

( Rilis/ Eman Melayu )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *