Dituduh Maling di Mesjid, Mahasiswa Tewas dianiaya

GOWA, Fokuskriminal.com – Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menerangkan, pihaknya telah menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus pembunuhan mahasiswa di halaman Masjid Nurul Yasin, Kampung Jatia, Kelurahan Mata Allo, Jalan Poros Limbung Takalar, Kabupaten Gowa, Senin (10/12/2018) dini hari lalu.

Korban adalah Muhammad Khaidir yang merupakan mahasiswa dari Selayar.

Salah satu dari tujuh itu adalah RDN (47) yang berperan memprovokasi warga melalui pengeras suara masjid dengan mengatakan seolah-olah ada maling di tempat kejadian perkara (TKP).

Kemudian ASW als Endi (26), HST (18), IDK (52), SDS (53) pelaku penganiayaan.

“Ada INA (24) perannya menendang kepala dan memukul perut korban, serta YDS (49), yang memukul kepala korban gunakan kepalan tangan dan balok kayu,” kata Dedi kepada wartawan, Senin (17/12/2018).

Pembunuhan ini berawal saat korban datang ke rumah YDS, lalu mengetuk pintu rumahnya dengan keras. Namun karena pintu tidak dibuka, sehingga korban berjalan ke dalam masjid dan melakukan kegiatan yang agresif terhadap barang-barang di sana.

YDS lalu menegur korban, tapi korban tidak menanggapi sehingga warga mulai berdatangan dan terpancing amarah, kemudian melakukan aksi kekerasan terhadap korban hingga meninggal dunia.

“Jadi motifnya, kemarahan warga dari sikap agresif korban di tempat ibadah yang dilampiaskan dengan aksi kekerasan,” papar dia.

Sementara itu, berdasar dari hasil autopsi ditemukan beberapa luka di tubuh korban, seperti pada mata, pipi kanan, alis kanan, daun telinga kanan, patah pada bagian rahang bawah, dan luka memar dan robek pada kepala bagian belakang.

Selain itu juga ditemukan luka memar pada telapak tangan, luka robek pada betis kanan, pergelangan tangan kiri, dan resapan darah pada kepala.

Saat ini para tersangka dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-3e KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap orang yang akibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

(cuy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *