Seorang Pegawainya Positif Covid-19, Satu Pabrik Garmen di Kota Bandung 

oleh -

BANDUNG – Pemkot Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian meminta PT Masterindo Jaya Abdi, satu pabrik garmen di Kota Bandung untuk menghentikan sementara produksinya menyusul seorang pegawainya positif terpapar virus corona.

“Ada karyawannya yang positif. Arahan dari Kementerian Perindustrian supaya menghentikan produksinya dulu untuk sementara. Kami sudah cek ke pabriknya untuk menyampaikan hal itu,” ujar ‎Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Elly Wasliah via ponselnya, Minggu (3/5/2020).


Dengan penghentian produksi itu, pemerintah meminta agar perusahaan tidak mem-PHK buruh pabrik garmen tersebut.

“Karyawan dalam beberapa waktu ke depan diminta dirumahkan. Tapi kami bilang ke manajemen supaya tidak ada PHK, tadi saya juga sudah minta jangan ada PHK,” ujar Elly.

Gugus Tugas Covid 19 Kota Bandung sudah memanggil pengusaha garmen itu terkait langkah merumahkan karyawannya sebagai imbas dari adanya seorang karyawan terinfeksi virus corona.

“Kami sudah koordinasi tadi dan mereka minta waktu satu hari untuk menjelaskan pada pelanggan dan karyawan,” katanya.

Seorang pegawai yang positif Covid-19 itu adalah staf bidang administrasi. Sebelumnya masuk kategori orang dalam pemantauan atau ODP klaster GBI, Lembang. Pabrik garmen itu mempekerjakan ratusan karyawan di bagian operator produksi.

“Bukan operator mesin atau bagian produksi, tapi staf administrasi. Masuk klaster Lembang. Positif berdasarkan swab tes. Penutupan usahanya ini biar tidak melebar kemana-mana,”tutur Elly.

Menurutnya, pabrik garmen tersebut masih beroperasi saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Bandung Raya karena mengantongi izin dari Kementerian Perindustrian.

“Saya konsultasi ke Kemenperin, sampai kapan ditutupnya karena ini hal pertama di Kota Bandung dan ini menunggu kabar dari kementrian bahwa ini ditutup sampai kapan,” tutur Elly.
(team Bandung)