Tanggapan Ketua Federasi Adat Megou Pak Terkait Polemik Tugu Patung Semar

oleh -

TUBABA– Camat Gunung Terang, Dahyi Adiwijaya mengundang seluruh Elemen masyarakat baik Tokoh Pribumi atau Tokoh masyarakat Tiyuh Toto Mulyo,dan juga Tokoh Adat kecamatan Gunung Terang untuk mengadakan Musyawarah di Balai Tiyuh Toto mulyo kecamatan Gunung Terang kabupaten Tulang Bawang Barat terkait Polemik Patung Semar yang ada di Tiyuh tersebut, Kamis (07/05/2020)

Terkait dengan telah di adakan Musyawarah mengenai Patung tersebut Ketua Pederasi Adat Megou pak Tubaba H.Herman Arta RM memberikan Tanggapannya.

” Assalamualaikum warahmatullahi wb.. Saya sebagai ketua federasi adat marga empat tubaba mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yg telah perduli dan memberikan masukan demi persatuan dan kemajuan pembangunan di tubaba”.

Juga syukur Alhamdulillah tadi telah di adakan pertemuan musyawarah, dalam rangka membahas polemik yg timbul mengenai patung semar di tiyuh toto mulyo simpang mail, kecamatan gunung terang.

Sementara patung tsb di tutup dulu pakai terpal dan setelah covid 19 corona ini mereda akan di ada kan musyawarah kembali mengenai icon tugu tersebut yang tentunya melambang kan ciri has budaya lampung atau para nenek moyang daerah tsb, bahkan mungkin pahlawan nasional nanti kita akan musyawarah kan bersama sekaligus tiyuh toto mulyo nanti akan langsung di nobat kan menjadi tiyuh adat.

Federasi adat tadi mengutus pengurus bpk Samsul Rijal stan sempuna jaya. dan kapala Tiyuh Gunung Terang, untuk menghadiri musyawarah tersebut.

Kepada Apak kemaman, penyimbang tohou rajou ekam ucapken tksh atas perhatian metey gapok, salam hormat jak sekam Hi. Herman artha. Gelar stn Kuasa Marga, mari jejamou gham berdo’a semoga allah swt selalu melindungi gham segalou di mudahkan segalou urusan gham dang lopou, mari gham jejamou nanyah2 beribadah di nuwou gawoh jaga kesehatan pakai masker dan rajin2 ngebasuh pungew wasalamu alaikum warah matullahi wabarokatuh.

Terpisah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Tiyuh (PMT), Miral Hayadi mengungkapkan, Anggaran perubahan patung Tugu itu akan masuk ke Dana Desa tahun depan.

“Jika akan merubah dan menurunkan patung tersebut, pasti akan menurunkan biaya. Maka dari itu, agar aparat tiyuh mulai rencana anggaran belanja atau menganggarkan pada APBT perubahan 2021,” ucapnya

Sebelumnya Pembuatan Patung Tersebut memang sudah banyak menimbulkan polemik mulai dari Perencanaannya yang tidak ada musyawarah terlebih dahulu, dan juga Anggaran yang di Pakai untuk pembuatan Patung Tersebut di sinyalir di Mark up.