Mahasiswa FKMS Menilai Pemkab Membiarkan Tambak Udang Ilegal Tetap Beroperasi

oleh -

SUMENEP – Aksi Damai Mahasiswa yang tergabung dalam Front Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS), Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, 10/06/2020

Sikap Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak serius dalam memberikan sanksi terhadap pengusaha tambak undang yang melanggar Aturan Perizinan usah dan Pencemaran Lingkungan, Rabu (10/05/2020).

Dalam orasi kordinator Aksi Moh.sutrisno ada beberapa pelanggaran yang di lakukan pengusaha tambak Udang yang tidak diberikan sanksi tegas Oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, di antaranya

Di tambak udang milik CV. Madura Marina Lestari itu, sebanyak dua kali telah ditemukan adanya dugaan pelanggaran instalasi pengolahan air limbah (Ipal), dan itu berdampak buruk terhadap lingkungan masyarakat sekitar tambak.

“Pelanggaran Ipal itu ditemukan langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun dari dua kali temuan itu, tidak ada tindakan tegas, hanya diberikan sanksi peringatan saja,” terangnya

Padahal Dalam Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan lingkungan Hidup Pasal 65 menempatkan lingkungan yang bersih merupakan Hak Asasi Manusia, yang merupakan Hak Dasar yang harus dilindungi Oleh Negara.