Diduga Ada Jaringan Mafia Perizinan Di Pemprov Kepri

oleh -

PANGKALPINANG – Andi Cori Fatahuddin menduga terjadi diskriminasi perizinan yang dikendalikan kartel perijinan di Dinas ESDM Kepri dan PTSP.

Kepada sejumlah awak media, Andi Cori Fatahuddin pada Selasa (14/07) mengungkapkan. Selaku pemilik PT Berkah Pulau Lingga mengajukan ijin ke PTSP Kepri selama dua minggu, namun tanpa diproses serta merta ditolak.

Andi Cori mensinyalir ada kartel jaringan khusus untuk terbitnya perizinan.”Kalau masuk pintu A dan B sudah pasti tidak terbit perizinan. Tapi kalau mengurus melalui pintu C pasti mulus perizanan.”terang Andi Cori Fatahuddin.

Jaringan ini, menurut Andi Cori Fatahuddin teroganisir dan sudah lama beraksi serta sudah banyak korbannya, diantaranya kepala daerah dan kepala dinas.”Jaringan ini tak tersentuh hukum. Seperti kasus tambang di bauksit, kenapa hanya Kadis yang jadi tersangka. Mengapa tim verifikasi dan kabid yang berhubungan langsung dengan perizinan tidak tersentuh. Padahal sebelum ke Kadis, permohonan masuk ke tim verifikasi yang harusnya bertanggungjawab secara hukum.”terangnya.

Saat ini, Andi Cori melihat Plt Gubernur Kepri mulai tergerus dan masuk dalam jebakan mafia perizinan yang sangat sistematis.”Contohnya di Tanjungpinang tidak ada tata ruang untuk ijin tambang.Tapi kenyataanya, ijin tambang bauksit bisa terbit.”ungkapnya.