Pria Keji Tahan Pacarnya di Gudang Selama 2 Minggu

Fokuskriminal.com –Perbuatan keji dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap pasangannya sendiri.

Laki-laki itu ditangkap karena diduga melakukan pembiaraan dan penganiayaan di sebuah gudang selama dua minggu penuh.

Dilansir dari AZFamilypada hari Kamis (10/7/2025), peristiwa ini diketahui terjadi di Phoenix.

Pelaku dalam kasus ini adalah kekasih dari korban yang bernama Timothy James Wood (36).

Perkara ini terungkap setelah korban berhasil melarikan diri melalui pintu belakang yang tidak terkunci dan meminta pertolongan ke rumah tetangga pada hari Rabu sore.

Di bawah situasi yang mengkhawatirkan, korban menghubungi pihak berwajib untuk melaporkan Wood.

Ia memberi tahu operator bahwa ia mengalami kekerasan fisik dan seksual dari kekasihnya selama beberapa hari.

Saat petugas kepolisian tiba di lokasi korban, ia menyampaikan bahwa ia baru saja dikeluarkan dan tinggal di sebuah gudang yang berada di belakang rumah kekasihnya.

Berdasarkan keterangan korban, disampaikan bahwa ia dipaksa berada di dalam ruangan selama 14 hari dengan tali yang diikat kuat pada pergelangan kakinya.

Pintu gudang itu terkunci dengan kuat menggunakan tumpukan batu bata di luar sehingga tidak mungkin dibuka dari dalam.

Para korban juga mengatakan bahwa Wood akan memukul mereka jika menolak ajakan seksualnya.

Kayu bahkan memaksa dia menggunakan make-up untuk menutup luka di wajahnya.

Kondisi yang terlihat sangat mengkhawatirkan juga disebabkan oleh kabel listrik dan gergaji kayu yang digunakan Wood saat menyerangnya.

Para korban juga menuduh Wood mengancam akan membunuh mereka.

Ia juga pernah dikuburkan di bawah tanah selama dua hari.

Petugas mencatat bahwa perempuan tersebut mengalami beberapa luka yang terlihat di wajah dan bagian tubuh lainnya, termasuk bekas gigitan.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa tulang rusuknya mengalami patah.

Wood akhirnya ditangkap di kediamannya dan dibawa ke penjara Maricopa County.

Sekarang dia menghadapi beberapa tuduhan serius, termasuk penculikan, penahanan, pemerkosaan, penganiayaan berat, dan ancaman pembunuhan.

Namun, dalam persidangan pertamanya, Wood membantah semua tuduhan dan menyebut korban sebagai seseorang yang mengalami gangguan mental dan baru saja keluar dari rumah sakit.

Namun, pihak kepolisian telah menemukan bukti yang sangat kuat mengenai tindakannya.

Selain luka yang dialami oleh korban, benda-benda berbahaya ditemukan seperti rantai dan tali pengangkat, serta sebuah tempat tidur di gudang tersebut.

Psikolog forensik Dr. John Delatorre menganggap kasus ini sebagai contoh ekstrem dari kekerasan dalam hubungan.

“Menurut saya, secara sekilas, kita jelas berhadapan dengan seseorang yang membenci perempuan,” ujar Delatorre.

Anehnya, ini seperti mimpi baginya. Ini bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba.

Ia juga menyampaikan bahwa kematian korban dapat terjadi apabila korban tidak sempat melarikan diri.

 

(mag/rahel sianipar/Fokuskriminal.com -)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya diFacebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Related posts