Bahkan dalam beberapa hadist yang lain, Rasul juga mengingatkan tentang konsekuensi dari orang yang memutuskan silaturahmi, misal dalam HR Tirmidzi, “Tidak ada dosa yang Allah SWT lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi ”. Ada juga dalam HR Ahmad, “ Sesungguhnya amal ibadah manusia diperlihatkan setiap hari Kamis malam Jum’at, maka tidak diterima amal ibadah orang yang memutuskan hubungan silaturahmi “. Ini contoh beberapa hadist Rasulullah yang menekankan pentingnya silaturahmi.
Lalu bagaimana me-reaktualisasikan silaturahmi ini dalam konteks kekinian dimana kesibukan kerja, jarak dan biaya yang seringkali menjadi kendala ? Sebenarnya teknologi sidah sangat membantu orang yang mau silaturahmi ini setelah teknologi handphone banyak digunakan. Meskipun memang ada beberapa persoalan lain, sebab secanggih apapun handphone yang dimiliki kebanyakan menggunakannya hanya untuk telpon dan sms-an saja. Jika itu yang terjadi maka percuma beli Hp yang mahal dengan berbagai fitur yang lengkap tetapi “tidak digunakan” karena memang “tidak tahu” bagaimana cara menggunakannya. Mungkin karena kebanyakan fikiran orang tua udah penuh masalah sehingga tidak ada waktu untuk baca brosur atau mempelajari utak atik hp tersebut. Itulah sebabnya anak – anak kita yang masih di SD atau SMP biasanya lebih pinter menggunakan hp daripada ibu bapaknya sendiri.
Lalu bagaimana seni untuk menjaga silaturahmi ? Ada 2 hal yang perlu digarisbawahi selama ini, yaitu yang pertama seringkali kita ingin berkunjung pada seseorang dengan alasan silaturahmi padahal hanya karena memiliki masalah saja. Ya kalau basa basinya ingin silaturahmi, tapi selanjutnya ceritalah masalah yang sedang ia hadapi. Coba kalau ia tidak memiliki masalah, apakah mungkin ia mau berkunjung ? Oleh karena itu seni bersilaturahmi yang penting adalah mau berkunjung dengan tanpa membawa masalah. Jauh lebih baik bawa “buah tangan” daripada bawa “masalah”, agar ketika suatu waktu kita punya masalah dan datang ke rumah seseorang, tidak terkesan datang kalau punya masalah saja.





