Dede Farhan Aulawi : Manfaat dan Mudharat Curhat

Sebelum lebih jauh mengupas soal curhat ini, ada baiknya kita mengenal dulu apa manfaat dan mudharat dari curhat itu sendiri. Setelah mengetahuinya, selanjutnya terserah kita mau melakukan curhat atau tidak jika menghadapi suatu masalah. Mekipun kadangkala ada juga yang curhatnya dituangkan dalam status facebook atau instagram atau whatsaap dan medsos lainnya.

Curhat itu sendiri biasanya disampaikan pada teman, keluarga, psikiater/ psikolog atau pada Allah. Tentu dengan pertimbangan kenyamanan yang dirasakan masing – masing, karena menyangkut kepercayaan, kemampuan dan kadangkala rasa keberpihakan. Misalnya kita senang kepada seseorang dimana saat kita curhat selalu membela kita, padahal itu belum tentu benar. Atau sebaliknya kita tidak suka pada seseorang untuk dijadikan tempat curhat karena “tidak selalu” membela kita dari masalah yang dihadapi, meskipun itu pendapat yang adil dan bijak. Itu semua karena manusia memiliki kecenderungan “ingin selalu dianggap benar” sehingga butuh dukungan moral untuk membenarkannya.

Baiklah pertama kali akan disampaikan dulu terkait manfaatnya, dilihat dari perspektif psikologis. Banyak orang berpandangan, bahwa manfaat curhat itu yang pertama adalah *dianggap bisa mengurangi beban* karena dinilai ada sarana untuk meluapkan dan mengeluarkan emosi dari masalah yang dialami.

Manfaat kedua adalah bisa mendapatkan dukungan moral atau material atas masalah yang dihadapi. Tergantung jenis masalahnya apa. Kata – kata sederhana, seperti “ Sabar ya, kamu harus tabah dan berani menghadapinya. Saya yakin kamu pasti bisa kok “. Dan berbagai contoh pernyataan lainnya yang sifatnya bisa mendukung moral kita untuk siap, berani, sabar dan tabah dalam menghadapi semua masalah yang kita hadapi tersebut.

Related posts