Dede Farhan Aulawi : Manfaat dan Mudharat Curhat

Manfaat yang ketiga adalah bisa mengambil hikmah atas masalah yang dihadapi oleh teman kita tersebut. Saat teman kita curhat, kita belajar mendengar dan membuang keegoisan kita untuk selalu merasa benar sendiri. Kita bisa menilai secara objektif dimana letak masalahnya, dan kita berusaha untuk tidak bersikap dan berbuat yang sama, agar tidak menghadapi masalah seperti masalah yang sedang dihadapi teman kita. Bertukar fikiran saat ada yang curhat, sekaligus akan menambah wawasan kita. Kita bisa mendengar suatu perspektif yang baru dalam melihat suatu masalah, sehingga kita bisa lebih bijak dalam mensikapi suatu masalah.

Sementara kalau kita bicara mudharatnya, tergantung pada pilihan kita dalam menentukan waktu, tempat maupun orang yang kita jadikan tempat curhat. Termasuk sudut pandang subjektifitas kita terhadap suatu masalah, sebab ada kecenderungan bahwa kita “merasa benar” sementara orang lain selalu diposisikan dalam posisi “salah”. Begitupun ketika memilih orang tempat curhat harus hati – hati. Ingat tidak setiap orang akan beremphati dengan masalah kita, bahkan mungkin ada orang yang senang dengan masalah yang kita hadapi. Saat kita curhat pada orang yang salah, itu artinya kita sedang menelanjangi “aib” kita sendiri. Apalagi subjek curhat menyangkut masalah pribadi atau masalah keluarga. Jika itu yang terjadi bukan masalah yang terselesaikan, malah menjadi masalah baru karena masalah kita bisa tersebar pada banyak orang. Atau jika suatu saat kita puya masalah dengan orang yang menjadi tempat curhat kita, maka ia bisa memuntahkan peluru semua aib kita yang pernah kita ceritakan sendiri.

Inilah perlunya memilih orang yang bisa benar – benar amanah dan sabar dengan masalah kita. Dan perlu diingat juga jika kita sering menyampaikan masalah kita pada teman kita, suatu saat teman kita akan jenuh dan bosan bersahabat dengan kita karena yang diomongin masalah melulu, sebab boleh jadi dia juga sedang punya masalahnya sendiri.

Related posts