KPAI Minta Pemerintah Penuhi Hak Anak Korban Banjir dan Tanah Longsor

oleh -

Jakarta, FokusKriminal.com –
Banjir yang melanda Jabodetabek pada tanggal 1 dan 2 Januari 2020 mengakibatkan kerugian materi dan immateri. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Susianah Affandy telah melakukan pengawasan dan menerima pengaduan terkait pemenuhan hak anak korban banjir pada 2 Januari 2020. Hasil pengawasan ke lokasi banjir dan penerimaan pengaduan dapat disampaikan sebagai berikut :

1.KPAI telah meninjau ke lokasi penampungan korban banjir di mana terdapat peningkatan layanan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Layanan penampungan yang terletak di gedung atau fasilitas umum memberikan kenyamanan dibandingkan dengan penampungan yang terbuat dari tenda-tenda ala kadarnya. Namun demikian, ruang privasi seperti pojok ASI untuk Ibu menyusui harus dibuat meski bentuknya sederhana dan portable seperti ruang ganti banju di toko swalayan. KPAI menemukan banyak Ibu-Ibu yang memiliki Balita yang masih mengkonsumsi ASI kesulitan dalam memberikan air susunya ditengah banyak orang yang berbaur laki-laki dan perempuan dewasa.

2.Selain pojok ASI, ruang privasi seperti toilet untuk kegiatan MCK harus bersih dan terpisah antara laki-laki dan perempuan. Anak dan remaja perempuan, apalagi yang sedang fase menstruasi harus mendapat fasilitas toilet dan ketersediaan air bersih dan toilet tersebut harus terjamin keamanannya. Saat melakukan pengawasan di tempat pengungsian, KPAI menerima pengaduan masyarakat terkait sulitnya air di toilet yang tersedia di ruang penampungan.