KEKAYAAN YANG HILANG DI TANAH MINANG

oleh -

 

Oleh: Media Wahyudi Askar

Perjalanan menuntut ilmu telah mengantarkan saya pada rasa syukur tak terkira. Mengajarkan tentang hikmah bahwa tidak semua cerita indah dalam buku pustaka bisa diadopsi oleh seluruh umat manusia.

Sejak merantau meninggalkan Batusangkar pada tahun 2008 dan menuntut ilmu di Fisipol UGM, saya percaya bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik di dunia. Demokrasi yang bersendikan kebebasan, sistem perwakilan dan kedaulatan, dianggap mampu mengendalikan nafsu manusia atas kekuasaan.

Takdir kemudian mengantarkan saya ke Eropa untuk menempuh studi Master dan Doktor di Univ of Manchester, Inggris. Berulang kali saya buka halaman demi halaman pemikiran Huntington, Lincoln, Rousseau, Jhon Locke dan Montesquieu tentang demokrasi, dengan harapan bisa menemukan rumus sistem pemerintahan yang ideal.

Tapi, semuanya terasa hambar, tidak ada yang spesial dan justru bertolak belakang. Pemikiran mereka tentang indahnya demokrasi yang dituangkan 1,5 abad yang lalu justru berlawanan arah dengan kenyataan hari ini. Laporan dari Germany’s Bertelsmann Foundation menyebutkan bahwa banyak negara demokrasi sedang menuju negara gagal baik secara ekonomi, politik dan sosial.