Kuasa Hukum Minta Ganti Majelis Kode Etik Pekanbaru A Merida Siregar SH Ke Mentri Yassonna.

oleh -

Pekanbaru Fokuskriminal.com – Kuasa Hukum Minta ganti Majelis Kode Etik Pekanbaru yang dipimpin ADITYA MERIDA SIREGAR, S.H. ke Menteri Yasonna, karena dianggap tidak Fair, sewenang-wenang dan Arogan serta Melanggar HAM.

 

Ketua MPD Notaris Kota Pekanbaru yang dipimpin oleh Aditya Merida Siregar, S.H beserta anggota majelis lainnya dalam menyidangkan perkara Notaris Ilawaty dan Neni Sanitra, dianggap tidak Fair, sewenang-wenang dan Arogan serta Melanggar HAM oleh Kuasa Hukum Alexander Roberto sdr. Angga Pratama, S.H.,M.H. karena sewaktu sidang kode etik dimulai atas laporan kliennya, ketua majelis menyuruh keluar kuasa hukum dari ruang sidang yang sedang mendampingi kliennya tanpa alasan hukum. Akibat pengusiran tersebut, terjadi perdebatan, sehingga sidang kode etik ditunda.

Ketua Majelis kehormatan Notaris Aditya Merida Siregar, S.H. mendasarkan persidangan Kode Etik Notaris kepada ketentuan pasal 38 AYAT (2) bagian Ketujuh tentang Pendampingan hukum dalam PERMENKUMHAM NOMOR 15 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Pemeriksaan majelis Pengawas Terhadap notaris, berbunyi: “Bahwa Ketua Majelis Pemeriksa dapat menyetujui dan Menolak pendampingan penasehat hukum dalam persidangan setelah mendengar pendapat dari anggota Majelis Pemeriksa”.