Markoni Koto Sayangkan Pernyataan Sumbar Sarang Teroris

SUMBAR (FokusKriminal.com) – Sebelumnya sempat viral berita mengenai pengamat sebut terdapat ribuan teroris di Sumatra Barat, Namun Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Fakhrizal, M.Hum sempat membantah hal adanya ribuan teroris di tanah minang tersebut. Melihat informasi yang viral ini membuat Tokoh Minang H. Markoni Kotto Geram.

“Saya membaca Artikel dari Media Online Impian news tentang banyaknya teroris di Sumatera Barat, yang di sampaikan oleh pengamat teroris bahwa ada ribuan teroris di wilayah hukum Sumatera Barat. Saya sebagai putra Minang sangat menyayangkan pernyataan tersebut, saya juga menilai pernyataan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena menyatakan ribuan teroris ada di Sumbar,” ungkapnya.

Tidak berdasarnya pernyataan itu dikatakan Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Pekat IB tersebut karena Sumbar adalah kota atau provinsi yang kehidupannya tenang dan damai serta memiliki Adat Istiadat. Apalagi dasar pemikiran teroris tidak bisa disatukan dengan pemikiran orang Minangkabau.

“Setelah kami mendengar dan membacanya tentu kami merasa seolah-olah Sumbar sebagai sarang teroris yang membuat kami orang minang geram dengan pernyataan tersebut, kami orang minang sangat mengutuk keras teroris yang terjadi di NKRI ini,” ujarnya.

Ditambahkannya, seluruh masyarakat Minang sangat menyayangkan dengan pernyataan yang tidak mendasar pada kajian ini sehingga menimbulkan hoax dengan data yang tidak valid, dan juga jangan memojokkan suatu daerah yang membuat masyarakat resah dari pernyataan ini.

“Setelah kami telaah, kami meminta kepada pengamat teroris yang membuat pernyataan tersebut untuk segera mencabut pernyataan tersebut, karena bisa menimbulkan isu SARA,” ujar Tokoh minang H. Markoni Kotto kepada wartawan FokusKriminal.com.

Terakhir ia mengatakan, kalaupun ada teroris di daerah hukum Sumbar, namun itu bicara tentang person atau oknum arti sama dengan daerah lain atau propinsi yang ada di Indonesia. “Mari kita jaga bersama-sama NKRI dengan semangat dan berdaulat. Salam Nusantara!,” tutupnya.(Rba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *