Direktorat Penyidikan Akan Lumpuh Apabila UU KPK Yang Baru Berlaku

oleh -

JAKARTA, fokuskriminal.com -Direktorat Penyelidikan akan total berhenti bekerja, dikarenakan saat ini tidak ada satupun Penyelidik KPK yang berasal dari Kepolisian, sedangkan didalam UU KPK yang baru Penyelidik KPK harus Polisi. Sekitar 20 Satgas dengan personel sekitar 300 orang yang ada di Direktorat Penyelidikan harus berhenti melaksanakan tugasnya di seluruh Indonesia. Seluruh Penyelidik KPK yang saat ini sedang melaksanakan pemeriksaan calon saksi, pencarian alat bukti, surveillance, dan persiapan operasi tangkap tangan di seluruh Indonesia harus berhenti seketika atas perintah Undang-Undang KPK yang baru. Seluruh Sprinlidik, Sprin Penyadapan, Pencekalan, dan administrasi penyelidikan lainnya secara otomatis juga akan Batal Demi Hukum. Tidak terbayang berapa ratus kasus yang harus berhenti saat itu juga, karena jika dilanjutkan maka Penyelidik-Penyelidik KPK yang bukan Polisi tersebut telah melakukan perbuatan Pidana menyalahgunakan kewenangan yang ada pada dirinya. Dan sebagaimana yang kita ketahui, OTT KPK di laksanakan oleh Direktorat Penyelidikan, maka KPK tidak akan bisa melaksanakan kegiatan OTT lagi. Sementara mengganti personel secara total seluruh direktorat mulai dari Direktur, Kasatgas, dan Penyelidik bukanlah hal yang dapat dilakukan dalam 1 malam, perlu 17 tahun membangun KPK, bahkan sampai dengan hari ini KPK terus membangun system, dan SDM personel pada Direktorat Penyelidikan. Ketika UU KPK yang baru di ketuk palu, maka *Direktorat Penyelidikan KPK akan mati total.*