Densus 88 Kembali Amankan 11 Teroris di 3 Provinsi

JAKARTA (FokusKriminal.com) – Tim Densus 88 Anti Teror kembali berhasil menyergap sedikitnya 11 terduga teroris di berbagai tempat. Mereka disergap di Padang (5 teroris), Palangkaraya (1), Luwu Timur dan Bone (5).

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat (Sumbar) Kombes Pol Syamsi, Senin (13/8), mengungkapkan, lima terduga teroris diduga merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Kelima terduga teroris ditangkap di Payakumbuh (1), Bukittinggi (1), dan Padang (3). Meski demikian, dia tidak menyebutkan identitas para terduga ataupun rencana teror.

“Polda Sumbar sifatnya hanya mendukung tim Densus,” kata Syamsi. Dalam pergerakannya, Tim Densus 88 juga menggeledah beberapa rumah di Padang. Salah satunya di Kalumbuk, Kuranji, Padang, sekitar pukul 11.30 WIB.

Rumah itu disewa JM yang sehari-hari menjual garam. JM telah menempati sekitar dua tahun. Namun, yang dibawa petugas bukan JM, tapi rekannya berinisial W. Menurut warga, W sering kedatangan tamu.

“Para terduga teroris langsung dibawa Tim Densus ke Jakarta untuk diproses,” tambah Syamsi.

Sementara itu, Tim Densus juga mengamankan satu anggota jaringan teroris Santoso di Desa Tomoni, bernama Mualim, di Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Senin (13/8) pukul 07.45 Wita.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dicky Sondani, membenarkan penangkapan tersebut. Mualim ditangkap sebagai hasil pengembangan dari empat terduga teroris yang ditangkap di Luwu Timur dan Bone, Sulsel, pada Jumat kemarin.

“Kelima terduga teroris sudah dibawa ke Jakarta untuk pengembangan,” kata Dicky. “Hari Jumat lalu diamankan empat orang. Dua di Luwu Timur dan dua di Bone.

Senin paginya, kembali anggota Densus mengamankan satu orang di daerah Luwu Timur,” ujarnya. Empat anggota jaringan teroris Santoso yang diamankan berinisial B dan M yang diringkus di Luwu Timur (Lutim).

Dua lainnya, R dan I diringkus di Kabupaten Bone, Sulsel. Aparat mengamankan bahan peledak 15 kilogram yang disimpan di antara pupuk urea untuk mengelabui polisi dan masyarakat.

Bahan peledak ini akan digunakan meledakkan beberapa tempat di Indonesia. “Keempat jaringan teroris Santoso ini anggota aktif dan terlibat dalam beberapa aksi sejak tahun 2010,” jelas Dicky. Keempatnya aktif di pegunungan Sulawesi Tengah bersama Santoso.

Sipir dan Guru

Tim Densus 88 Anti Teror juga menggerebek sebuah rumah terduga teroris Jalan Rajawali Km 6,5 Gang Rukun, Palangka Raya, Kalteng, Senin (13/8). Dalam penggerebekan tersebut Densus 88 membawa sejumlah barang bukti seperti bahan kimia berupa serbuk, paralon, dan dua pisau.

Seorang pria berinisial LD yang diduga jaringan terorisme juga dibawa Tim Densus 88 ke markas Polda Kalteng. “Benar, rekan kami dari Densus 88 Mabes Polri mengamankan satu orang.

Kasusnya saya belum mengetahuinya. Masih menunggu kejelasannya,” kata Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul Rein Krisman Siregar. Setelah LD ditangkap, Densus 88 lalu menjemput istrinya, seorang guru di salah satu sekolah di Palangka Raya.(Sag)

Sumber  : Koran Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *